Subscribe:

Ads 468x60px

Blogger news

Selasa, 25 Februari 2014

Bintang Baru AC. Milan (Adel Taarabt)

 
Adel Taarabat, mungkin nama itu tidak terlalu sering kita dengar sebelumnya terutama ditelinga para pecinta Serie-A liga Italia khususnya AC. Milan. Sejak memulai karir di kampung halamanya fes Adel tidak pernah bermimpi untuk bermain di klub sebesar Ac.Milan.

Perjalanan karir Adel memang tidak behgitu mulus dia sempat berlabuh di klub Lens yang akhirnya menjual ke Totenham Hotspurs, di sana dia tidak langsung mendapatkan tempat utama dalam skuad Hotspurs justru berbanding terbalik dia lebih banyak terbuang dan harus rela dipinjamkan kebeberapa klub di Liga Inggris.

Samapi akhirnya Queens Park meminjam Adel Taarabat untuk satu musim. Disinilah kebintangan Adel Taarabat mulai terlihat bersama QPR Adel mampu bermain sangat baik dan karirnya pun ikiut meroket.

Sampai akhirnya Adel Taarabat mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di Liga Italia bersama klub Ac.Milan bersama Milan status cap pemain pinjamanpun masih belum hilang pasalnya Milan hanya meminjam Adel selama enam bulan lamanya. terlepas dari itu semua sepertinya Adel tidak mau ambil pusing justru bersama Milan grafik penampilannya semakin menanjak apalagi setelah Milan ditangani Sedorff.

Adel rupanya tidak menyesali dia harus dipinjamkan ke Milan justru di Milan dia merasakan hari hari yang menyenangkan di tubuh tim, baik saat sesi latihan ataupun saat bermain diatas lapangan. Adel mengungkapkan ketika dia memutuskan untuk menyetujui dipinjam ke Milan dia yakin dengan segala kemampuan yang dia miliki akan sangat bermanfaat bagi Milan.

Banyak yang heran dengan Milan justru Adel Taarabat yang jarang dimainkan Fulham dan Totenham justru jadi pilihan utama di Milan, Adel merasa terkesan dengan ssuasana Serie-A, pemain berpaspor Maroko berusia 24 tahun ini sangat terkesan dengan stadion Napoli dan beberapa stadion yang ada di Italia, dia pun merasa kaget dengan fasilitas latihan yang sangat komplit dan moderen yang ada di Milanello.
   
Masa Adaptasi yang sangat baik dari Adel membuat allenatore anyar Milan Sedorrf langsung memberikan kepercayaan kepada dia untuk mengisi skuad Milan musim ini. Adel merasa betah karena di Milan dia merasa ada teman seperti Rami,dan Maxes yang sama sama berlatar belakang sama berbahasa Arab.

Di MIlan saya sangat dibantu oleh Mexes dia pemain luar biasa dia sangat profesional, bahkan ketika dia tidak bermain dia sangat mencintai teman dan klub ini. ketika Rami mencetak gol ke gawang Torino dia lah yang pertama merayakan dan dia sudah saya anggap sebagai kaka saya sendiri tutup Adel.


Enzo Zidane siap gantikan Posisi Legenda Ayahnya Zidane.


Siapa yang tidak kenal dengan nama Zinedin yazid Zidane, mantan playmaker timnas Prancis ini sempat mencicipi bermain di klub sebesar Juventus, dan mengakhiri karir di klub besar Real Madrid.

Kehebatan Zidane tidak diragukan lagi dia cerdik dan sangat cerdas ketika diatas lapangan, siapapun tidak akan pernah lupa dengan legenda yang satu ini. Namun kini perlahan tapi pasti muncul satu nama yakni Enzo Alan Zidane Fernandez siap menggantikan posisi yang sempat melambungkan nama ayah nya ini dikancah sepak bola dunia.




Enzo yang mengecap pendidikan di akademi sepak bola Real Madrid ini untuk pertamakalinya dipanggil pelatih timnas Prancis U-19 Willy Sagnol yang notabene mantan rekan ayahnya kala masih aktif berseragam Timnas Prancis dan merenggut piala Dunia 1998.

Sebenarnya Enzo masih bisa pindah kewarganegaraan, namun saat ini dia sangat berhasrat dan berkeinginan mengenakan seragan tim ayam jantan Prancis, usia dia masih 18 tahun apapun bisa terjadi kedepannya ucap Sagnol.

Enzo sebenarnya pernah mencicipi seragam Timnas Spanyol ketika nama dia dipanggil Timnas Spanyol U-15 ditahun 2009 lalu, namun, Enzo kini berhasrat berseragam Timnas Prancis mengikuti jejak sang legenda sekaligus ayah kandungnya Zidane.


OCTAFX dan Persib Bandung Jalin Kerjasama

  Kerja sama Persib & OctaFx (Foto: Revi)
Sebagai salah satu klub besar Persib Bandung memang bisa dijadikan contoh oleh klub lain, mereka mampu membiayai klub dari usaha mereka sendiri melalui sponsor.

Kita bisa lihat bagai mana Jersy Persib penuh dengan logo dari sponsor mereka. Sebuah hal yang positif ditunjukan klub klub seperti Persib, Aremema dan yang sudah mampu membiayai keuangan klub secara profesional.

Akhir akhir ini klub kebanggaan Warga Jawa Barat ini mendapatkan kesepakatan baru dengan perusahann besar OCTA Market Incorporate (OCTAFX). diberitakan OCTAFX sangat antusias dengan kerjasama tersebut mereka mengikat kerjasama dengan Perisb Bandung hingga akhir musin dengan nilai yang cukup besar.

Rencananya OCTAFX akan memasang logo dan nama mereka di Jersy Persib dibagian lengan sebelah kiri, Secara simbolis penandatanganan kerjasama dilakukan oleh kedua belah pihak di Graha Persib kota Bandung pada hari senin kemarin.

Selain OCTAFX Persib juga sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan baik perusahaan dalam negeri ataupun perusahaan Internasional.

Pihak OCTAFX mengaku merasa senang dengan kerjasama ini, Persib dan OCTAFX diyakini akan maju beriringan setelah kesepakatan ini. Dengan terjalinnya kerjasama ini Persib Bandung bisa dikatakan salah satu klub termapan dalam hal finansial di Liga Indonesia selain Arema dan Persipura.


Persebaya Gagal Hadang Evan Dimas cs

          
Tren positif Tim garuda Jaya asuhan Indra Syafri terus menanjak setelah sebelumnya sempat di kritik karena dianggap menurun performa  mereka setelah di pertandingan sebelumnya hanya bermain imbang, namun Evan Dimas cs mampu membuktikan kapasitas mereka sebagai jawara AFF19.

Dalam pertandingan yang di gelar di Stadion Gelora Bung Tomo Evan Dimas cs mampu membenamkan Persebaya dengan skor telak 2-4, dimana Evan Dimas mampu mencetak Hattrick dan tambahan satu gol dari Muchlis Hadi. sementara Persebaya mampu membalas dua gol melalui Novin Setiawan, dan Abdul Rahman Lestaluhu.

Sejak awal pertandingan timnas U-19 mampu menunjukan kelas mereka tepat dimenit 6 Ilham Udin hampur saja membobol gawang Persebayayang dikawal Nurdy Hamsah. tak lama kemudian Evan Dimas mampu mencetak gol pertama dalam pertandingan itu. Persebaya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dimenit 19 melalui Abdul Rahman setelah bola sundulannya tidak dapat diantisipasi oleh Dicky Indriyana. anak asuh Indra Syafri tidak tinggal diam di menit 31 mereka kembali unggul melalui penyerang andalan mereka Muchlis Hadi.

Dibabak kedua pertandingan mulai sedikit menurun akibat presing ketet yang diterapkan Persebaya sejak lapangan tengah, namun di menit 60 suporter membuat ulah yang memalukan yang akibatnya pertandingan sempat di hentikan para penonton menyalakan flare yang membuat terganggunya penglihatan para pemain dilapangan.Novri benar benar bermain luar biasa dia mempu menyamakan kedudukan di menit 63 setelah sebelumnya dia mampu memberikan assist.

Persebaya rupanya terlalu asik menyerang, mereka lengah untuk pertahanan mereka dan mampu dimanfaatkan para pemain Timnas U-19 Evan Dimas mampu menambah gol ketiga Timnas melalui titik putih, dan akhirnya manufer cantik Maldini Pali yang langsung menyodorkan bola kepada Evan Dimas yang langsung mengarahkan bola tepat ke pojok Kiri gawang mampu mengunci kemenangan Timnas U-19 menjadi 4-2.

Blog Archive