Subscribe:

Ads 468x60px

Blogger news

Sabtu, 08 Februari 2014

Mental Timnas U-19 Benar-Benar di Uji Tim Pra Pon DIY

                             Empat Tim Jatim Sudah Mengantri Timnas U-19
Tur Nusantara TImnas U19 tadi malam mempertemukan Timnas U-19 Vs Pra-Pon Yogyakarta, Timnas U-19 mampu membalikan keadaan setelah sebelumnya tertinggal dua gol.

Meskipun mencoba bermain terbuka pasukan Indra syafri ini mencoba menekan para pemain Pra Pon Yogyakarta, namun justru berbalik, timnas justru tertinggal dua gol dan hanya mampu memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di menit akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua Timnas U-19 mulai menunjukan kelasnya sebagai tim yang menjuarai AFF U-19 mereka mulai memperbaiki permainan aksi Maldini dan Paulo Sitanggang sangat ciamik dibabak kedua aksi indifidu Maldini mampu merepotkan pertahanan Pra Pon Yogyakarta sampai akhirnya mampu membalikan keadaan menjadi 2-3.

Dalam pertandingan tersebut masih banyak yang harus segera diperbaiki oleh timnas U-19 masih banyak kesalahan dasar yang sering dilakukan oleh para Garuda Muda, namun ada hal positif yang bisa kita lihat Mental mereka benar-benar teruji dalam pertandingan tersebut.

Maldini dkk, mampu bermain cukup tenang meskipun sempat tertinggal 2-0, mendapatkan tekanan dari para pemain dan pendukung tim Pra Pon Yogyakarta.

Susunan Pemain:
Tim Pra-PON DIY: Tito Rama, Nori Abdul Bashit, Wahyu Tri, I Oya Gilang, Dimas Priambodo, Hendika Arga, Zangga Widianata, Maesar Rizaldi, Martinus Novianto Ardi, Anjar Beni Saputra.

Timnas Indonesia U-19: Ravi/Diku, Febli Gushendra, Mahdi Fahri, Hendra Sandi, Reza Pahlevi, Maldini Pali/Dinan Yahdian, Paulo Sitanggang/Septian David Maulana, Yabes Roni, Ryuji Utomo, Ichsan Kurniawan/Al Qomar, Eriyanto.

Jumat, 07 Februari 2014

Persib Bandung Harus Berbenah, Tolong Beri Kesempatan Pemain Muda Binaan.

  Persib Bandung
Pangeran Biru Persib Maung Bandung harus segera berbenah, pasalnya di dua laga pembuka Klub kebanggaan Warrga Jabar tersebut bermain kurang memuaskan.

Dilaga pembuka ketika Persib bertemu Sriwijaya FC anak asuh Djajang Nurjaman hanya mampu menang 1-0, di laga kedua hanya menang 2-1 itupun Persib tertinggal lebih dulu lewat gol Sirvi. Bukan bermain buruk justru Persib bermain sangat baik namun penyelesaian akhir yang kurang efektif dari para juru gedor Persib.

Lini depan Persib dihuni para penyerang mumpuni seperti Ferdinand dan Tantan yang disokong para gelandang jago asist, seperti Atep, Taufiq, Konate,Supardi, dan Ridwan, Haryono, mereka sangat eksplosif dari bawah sampai ketengah namun ketika harus masuk ke area penalti lawan pasukan pangeran biru seperti kebingungan.

Sosok Sergio Van Djik sangat terlihat hilang dilini depan Persib, persib seolah kehilangan sentuhan akhir mereka, sempat mendatangkan pemain sekaliber Colybaly namun cedera yang membuat Persib membatalkan kesepakatan. Dua kemenangan Persib selalu ditentukan eksekusi Pinalti Konate, memang benar semua Penalti tersebut murni kesalahan para pemain belakang tim lawan, Tapi mau sampai kapan Persib bergantung pada keberuntungan seperti itu?

Kesalahan-kesalahan Persib setiap musim seolah berulang, dalam pemilihan pemain yang kurang tepat seolah selalu terulang, kita ingat bagaimana Persib melepas sosok Enyek Nyobe, Bekamengga, Eka Ramdhani, dan terakhir SvD. Belum lagi Kenji, Airlangga, Hilton mereka sudah cukup baik bermain buat Persib namun Persibb selalu melepas pemain yang bermain baik dimusim sebelumnya.

Khusus Airlangga, kesempatan bermain sangat jarrang dia dapatkan, pemain muda persib pun sama mereka seolah-olah hanya pemain pelengkap dan penghias bangku cadangan saja, bagaimana hebatnya Jajang Sukmara di musim 2011/2012 tidak terlihat dimusim berikutnya karena kesempatan bermain yang sangat jarang ketika dia bermain seolah-olah demam panggung.


20130828_munadi_5532.jpgMunadi, Wildansyah mereka pemain muda hasil binaan yang sangat mumpuni. Eka Ramdhani pernah menjadi Ikon Persib karena dia ingin mencari pengalaman satu musim di luar ketika dia kembali Persib seolah gengsi menerima sang pemain padahal sosok Eka sangat dibutuhkan oleh Persib seperti halnya BP di Persija, Maman di Persita, Boaz di Persipura.

Setiap musim Persib selalu mengobarkan semangat juara tapi setiap musim pula perombakan pemain selalu dilakukan, tengok Persipura meskipun mereka kehilangan Zahrahan mereka tetap bermain kompak karena semangat kekeluargaan yang terjalin, pemain muda selalu mendapatkan kesempatan bermain.

Kita bisa dengaar komentar para komentator ketika mengomtari sosok pemain muda Persib "Pemain yang potensial masih sangat Muda baru berusia 23/24 tahun". kita perhatikan Kapan Boaz memulai karirnya, Konate?? mereka masih muda ketika mereka masuk ke skuad utama klub mereka. mungkin itu juga yang membuat Timnas Junior kesulitan mencari pemain sampai-sampai pelatih timnas harus berkeliling nusantara menyeleksi para pemain untuk Timnas.

Rizqi Pelu di PBR dia sudah menjadi sosok yang sasngaat penting di PBR ketika usia dia masih muda karena apa? karena mereka memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk bermain. Persib gimana? tidak mereka selalu ingin mendapatkan pemain mahal dengan kualitas dan pengalaman yang instan. Miris melihat para pemain muda Persib apabila hal ini masih berlanjut, kemungkinan nama-nama pemain Jawa Barat dan Bandung akan segera terpampang di klub lain. Bravo Persib dan ISL.

Rabu, 05 Februari 2014

Alasan Hernanes Pindah Ke Inter Milan

 
Hernanes Profile,Bio,Pictures & Wallpapers 2011 | All About SportsGelandang anyar Inter Milan yang baru didatangkan dari Lazio Januari ini membeberkan alasan dia mau bergabung dengan Inter milan dibawah asuhan Mazzari, Hernanes mengungkapkan bahwa Scudeto dan bermain di Liga Champions lah tujuan dirinya pindah ke Milan.

Hernanes ditebus dengan mahar 20 juta euro dia di kontrak selama 4,5 musin di Inter Milan. Hernanes menegaskan alasan ke Inter bukan karena masalah uang.

"Setelah membela Lazio selama 3,5 tahun saya merasa bahagia disana saya merasa diperlakukan dengan hormat disana, saya sadar bila saya ingin mencicipi gelar scudeto dan Liga Champions saya harus mencicipi sesuatu yang baru"ujar Hernanes

Hernanes telah mencetak 32 gol dari 116 pertandingan yang dilakoninya bersama Lazio di Serie-A namun Inter memberikan kesempatan lain untuk sesuatu yang menggairahkan untuk melengkapi karier dia di sepak bola maka dari itu dia tidak ragu untuk menerima tawaran Inter untuk bergabung.
Karier Hernanes bersama Lazio sendiri bisa dikatakan cukup cemerlang, ia sukses mencetak 32 gol dari 116 laga di Serie A. Namun, saat kesempatan datang padanya untuk bermain di Inter, Hernanes tak ragu mengambilnya.

Mazzari Penangung Jawab Kekacauan Inter Milan?

 Walter Mazzarri. (Foto: Daylife)Berbagai reaksi bermunculan pasca kekalahan telak Inter Milan atas pesaing mereka Juventus diajang Serie-A. Inter mampu dibobol Juve 3 kali dan hanya mampu membobol 1 kali itu pun lewat aksi Rolando yang notabene pemain bertahan.

Tren buruk Inter rupanya belum berakhir, hasil minor terus ditunjukan Inter di berbagai pertandingan, hal ini mengundang mantan pemain Inter era 69/70 an Roberto Boninsegna ikut angkat bicara.

Boninsegna menilai Inter sangat mudah di bobol lawan, permainan mereka tidak buruk bahkan boleh dikatakan sangat baik, namun pertahanan mereka sangat mengecewakan Ranocchia tidak mendapatkan duet yang baik dilini pertahanan Juan Jesus masih dinilai sangat labil.

Boninsegna menambahkan bahwa kondisi Inter saat ini sedang sangat kacau, untuk saat ini klub-klub lawan Inter seolah tidak khawatir dengan nama besar Inter Milan. mereka sangat mudah mempermainkan Handanovic dibawah mistar gawang.

Inter seolah hanya bergantung pada seorang penyerang saja dan itu pun hanya ada Palacio, sosok anak muda sangat jarang di beri kesempatan untuk bermain padahal Inter punya segudang penyerang muda hebat.

Siapa yang mesti bertanggung jawab atas kekacauan Inter?Boninsegna berpendapat Mazzari lah yang harus bertanggung jawab. dia pelatih hebat dan jenius saya yakin pada diri Mazzari.



Blog Archive