Subscribe:

Ads 468x60px

Blogger news

Rabu, 12 Juni 2013

CEDRA LUTUT HANTU PARA OLAHRAGAWAN

 

Jika cedera lutut sudah membekap, seorang atlet terpaksa istirahat paling kurang dua pekan. Kalau parah, bisa sembilan bulan. Lebih parah, si atlet terpaksa pensiun dini.
Benturan.
”Nomor satu cedera lutut, kedua cedera engkel, kemudian cedera otot pangkal paha dan cedera lainnya,” tutur lulusan Universitas Negeri Jakarta itu.
Cedera lutut biasanya terjadi akibat benturan yang keras dengan pemain lawan. ”Bisa juga karena benturan keras yang mengakibatkan pemain mendarat dalam keadaan tidak seimbang.
Ada dua jenis cedera pada lutut. Pertama, serabut otot mengalami keregangan berlebih yang membuat ligamen sobek atau strain. Ligamen adalah pengikat antara tulang tungkai atas dengan tulang tungkai bawah. Tulang tungkai atas dan bawah memiliki lapisan, yakni meniskus, bentuknya seperti tulang rawan.
Jika ligamen sobek, pebasket terpaksa menjalani pemulihan dan tidak boleh berlatih atau bertanding tiga sampai empat bulan.
Jika sobekan pada ligamen cukup besar sehingga upaya penyembuhan harus dengan cara operasi medis, waktu pemulihan yang diperlukan lebih lama lagi.
”Bisa istirahat paling sedikit sembilan bulan. Malah kalau putus, ya, bisa tidak boleh bermain lagi untuk selamanya. Itu untuk bola basket. Kalau untuk atlet di cabang olahraga yang sifat permainannya tidak ada perbenturan fisik, pemulihan cedera ligamen sekitar enam bulan,” kata Sulaeman.
Adapun cedera lutut jenis kedua terjadi pada serabut otot yang mengikat tungkai atas dan tungkai bawah (joint) akibat regangan yang melebihi kemampuannya atau sprain. ”Kalau hanya sobekan kecil, istirahatnya cuma dua minggu. Tetapi kalau sobek besar, bisa empat hingga lima bulan harus istirahat,” ujar Otah. (sum.entertainmentkompas.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive